Berita Terkini Hari Ini: Minimnya Anggaran Alutsista Yang Dimiliki TNI Saat ini

Dengan terjadinya musibah jatuhnya pesawat Hercules C-130 yang terjadi di daerah pemukiman Jl. Jamin Ginting, Medan pada hari selasa 30/06 yang lalu, hal itu menjadi sorotan masyarakat dunia dan khususnya warga Indonesia. Tidak sampai itu saja ternyata Alutsista TNI ini menjadi sorotan juga, karena dilihat dari segi umur ternyata hercules ini sudah termasuk kendaraan antik yang harus di museumkan dan cocok untuk di pajangkan. Setelah kejadian yang mendalam ini Semua jajaran TNI akan mulai berbenah dengan membentuk rumusan strategi yang baru.
“ Dengan biaya anggaran kurang lebih Rp 300 Triliun ini sebagai anggaran minimal, tetapi pada kenyataannya anggaran untuk tahun ini saja kisaran Rp 102 Triliun begitu kurang dari yang di harapkan“, penuturan Tantowi sebagai ketua komisi I DPR waktu di gedung DPR, Jakarta, 02/07. Untuk melakukan persiapan alutsista sebagai bagain dari modernisasi untuk ini idealnya mencapai kisaran 600 Triliun. Dengan adanya anggaran pada saat ini sangat tidak mungkin bisa langsung melonjak degan kisaran 300%.
Hasanudin sebagai Komisi I DPR menyampaikan hal senada dengan mengatakan bahwa minimnya anggaran yang di miliki TNI. Ini terkait dengan anggaran dari Kemenhan yang ke semuanya itu harus di bagi kepada Mabes TNI dan 3 matra TNI. “ Pada saat ini saja untuk biaya atau anggaran Menhan ini mencapai kurang lebih Rp 102 triliun, Dan semuanya ini dibagi kedalam 4 bagian untuk mabes dan 3 matra, hanya sekitar 77% saja dari anggaran itu “. Biaya untuk keperluan belanja pegawai begitu juga dengan pemeliharaan, maka anggaran yang diberikan ini tidak mencukupi.
Lain halnya dengan apa yang di sampaikan oleh wakil Presiden JK. Alutsista TNI akan di perkuat, dengan berupa bantuan dari pemerintah untuk sesegera mungkin yang akan di masukan dalam RAPBN 2016. “ iya harus di kasih sesuai anggaran, kalau tidak sekarang mungkin anggaran 2016 “, kata beliau, Hotel grand sahid jaya, Jakpus, 02/07. Penambahan yang di bicarakan presiden JK tidak di sebutkan nominalnya, tapi menurutnya bakal di sesuaikan dengan finansial negara.
Terimakasih telah berkunjung....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar