Rabu, 27 Mei 2015

KISAH SEORANG MAHASISWI

berjumpa lagi bersama saya dihari ini dimana saya akan sedikit berbagi cerita tentang seorang yang ingin melanjutkan kuliah tetapi tidak ada biaya untuk melanjutkan perguruan tinggi...
dimana seorang gadis ini benar-benar bingung untuk melanjutkan kuliah atau gx nya... padahal dia seorang anak yang berprestasi tetapi kondisi keluarga nya yang tidak mendukung untuk mengongkos anaknya untuk mengejar impiannya untuk menjadi seorang guru dan dapat membantu anak-anak yang lain kurang mampu..
dimana pada saat dia memulai mengikuti ujian nasional dia berusaha untuk bisa lulus dan mendapatkan prestasi yang baik, dengan begitu percaya dan yakin... doa-doa dia terkabulkan oleh Tuhan ternyata dia lulus dengan nilai yang sangat baik dan sangat memuaskan...
dan singkat cerita anak ini bisa kuliah dan melanjutkan keperguruan tinggi sesuai dengan jurusan yang telah dia pilih...
 disini saya juga dapat ,membagikan cuplikan tentang anak seorang becak dapat mencapai impiannya untuk melanjutkan kuliah lagi dengan biaya dari pemerintah yaitu beasiswa tampa sedikitpun pungut uang dari orang tuanya...


Semangat dan kecerdasan Raeni membuat banyak orang berdecak kagum. Namun demikian, dia mengaku sempat minder karena pekerjaan ayahnya sebagai pengayuh becak."Dulu pernah minder orangtua tukang becak. Tapi, kenapa minder? Beliau orangtua saya, mendidik saya, meski tidak memberi biaya hidup banyak (saat kuliah), tapi mendukung saya. Saya sangat bangga," katanya.Selama kuliah, ia dikenal cerdas dan disiplin. Bahkan, berkali-kali menjuarai lomba dan memperoleh hadiah uang tunai, yang sebagian disisihkan untuk diberikan kepada orangtuanya, Mugiyono dan Sujamah.Gadis kelahiran 13 Januari 1993 itu juga sangat aktif di kampus, antara lain dengan menjadi Tenaga Laboratorium Asistenship Pendidikan Akuntansi FE Unnes dan Tenaga Laboratorium Asistenship Jurusan Pendidikan Ekonomi FE Unnes. Nilai 4 dalam IPK-nya seakan menjadi rutinitas sejak masuk kuliah. Menurut Raeni, manajemen waktu menjadi kunci suksesnya.Putri kedua pasangan Mugiyono dan Sujamah selalu mendapat IPK cumlaude selama menimba ilmu. Raeni mengaku sangat mengatur waktu belajarnya bahkan ketika jeda pergantian jam mata kuliah."Kadang kalau ada materi yang belum dimengerti saya menghubungi dosen saat jeda jam kuliah. Jadi nantinya tidak hanya mendapat nilai saja tapi benar-benar mengerti," ungkap Raeni.Meski belajar dan mengerjakan tugas menjadi prioritas saat kuliah, ia tetap menjaga komunikasinya dengan teman-teman. "Kalau jeda kuliah saya juga interaksi dengan teman, update info juga," kata saat ditemui di rumah kosnya, Jalan Kalimasada nomor 24, Semarang.Penerima beasiswa Bidikmisi itu tidak hanya disiplin dalam hal akademik. Di kehidupan sehari-harinya di kos, Raeni tetap dikenal sebagai sosok disiplin oleh penghuni dan ibu kos. Ia selalu berusaha menjalankan salat berjamaah di Masjid, seperti yang diajarkan orangtuanya.Sejak kuliah ia nyaris tak pernah merepotkan kedua orangtua. Sejak semester 3, Raeni sudah berusaha mencari penghasilan tambahan dengan memberikan les private kepada murid SMA.Sosok Mugiyono yang sempat membuatnya minder, ternyata mampu membentuk Raeni berdisiplin, sportif, dan hidup sederhana.Nama Raeni sudah sampai ke telinga Anies Baswedan. Keberhasilan putri tukang becak itu membuat pelopor gerakan Indonesia Mengajar itu ingin berkomunikasi secara langsung dengan Raeni. Apalagi Raeni ingin menjadi pendidik."Saya sudah bicara via telepon tadi," ujar Anies di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis 12 Juni 2014.Setelah berkomunikasi dengan Raeni, Anies baru mengetahui jika lulusan terbaik Unnes itu sudah mengikuti tes masuk Indonesia Mengajar. Bahkan, Raeni bakal menghadapi ujian wawancara."Dia lagi tes Indonesia Mengajar. Dia sudah lolos fase pertama. Nanti akan fase kedua,direct assessment atau wawancara," tuturnya.Meski Raeni tengah menjadi buah bibir, namun Anies menegaskan, jalannya ujian masuk akan berlangsung objektif. Ditawari Beasiswa ke Inggris ,Kepala Humas Unnes Sucipto Hadi Purnomo mengabarkan, sejumlah perusahaan menyatakan minatnya untuk merekrut sarjana pendidikan ekonomi ini bekerja. Selain itu, sebuah foundation juga menyatakan minatnya menyeponsori gadis kelahiran Kendal inikuliah S2 di Inggris.Sementara itu, Rektor Unnes Fathur Rokhman di Jakarta mengabarkan, pihaknya akan memfasilitasi Raeni untuk kuliah S2 seperti cita-citanya. "Beasiswa itu kami upayakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," katanya.Bagi Fathur, Raeni telah memberikan pesan penting kepada kita bahwa pendidikan dapat menjadi alat memotong mata rantai kemiskinan. Pemerintah telah mengupayakan supaya anak-anak berpestasi dari keluarga tidak mampu dapat menikmati pendidikan tinggi."Di luar itu, yang paling penting dari diri Raeni adalah tentang pentingnya kesungguhan. Dia membuktikan kepada kita semua, kondisi keluarga yang berkekurangan tidak jadi kendala jika diiringi dengan tekad yang kuat," tandasnya. (Rmn)
disini saya dapat menyimpulkan dari cuplikan cerita yang diatas bahwa banyak orang-orang diluar sana yang sama nasibnya seperti cerita yang diatas jadi buat anak-anak yang dibeasiswa tetap semangat dan lanjutkan pekerjaan sebagai mahasiswa maka impian kita akan terwujud karena usaha kita sendiri...
tetap semangat ya temen-teman... kejar cita-cita...  -_-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar